Saat berada di bawah kepemimpinan presiden Sukarno, Indonesia memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Korea Utara. Pada April 1965, Korea Utara melakukan kunjungan kenegaraan dalam rangka memperingati 10 tahun Konferensi Asia-Afrika.

Dalam kunjungannya, Kim Il Sung diajak oleh Sukarno mengunjungi Kebun Raya Bogor. Di sana, Kim Il Sung jatuh hati dengan bunga anggrek hasil persilangan seorang botanis Indonesia keturunan Jerman, C.L. Bundt. Melihat reaksi tersebut, Sukarno berniat menghadiahkan bunga anggrek tersebut sebagai simbol penghormatan Indonesia kepada Korea Utara dan ingin menamai anggrek tersebut ‘Kimilsungia’.

Awalnya, Kim Il Sung menolak, namun setelah diyakinkan kembali oleh Sukarno, akhirnya Kim Il Sungmenerima permintaan tersebut. Presiden Sukarno kemudian memastikan kepada Kim Il Sung akan menyempurnakan teknik kultivasi bunga Kimilsungia ini agar dapat ditanam dan tumbuh di Korea Utara.

Hingga saat ini, bunga anggrek Kimilsungia telah banyak dijumpai di Korea Utara. Bahkan, bunga persahabatan Indonesia dengan Korea Utara ini memiliki festival tersendiri yang diadakan saat perayaan ulang tahun sang pendiri negara, Kim Il Sung.

 

PROFIL BUNGA KIMILSUNGIA

 

Sources:

Foreign Language Publishing House. (2011). Encyclopedia of Kimilsungia.
Orchideya.ca. Dendrobium Clara Bundt. Diakses dari http://www.orchideya.ca/Dendrobium/C/Clara-Bundt-id%3Db2d44bf4-ffad-41d3-bb7e-1016fe78037e
Ramadhan. (2020). Kimilsungia dan Hubungan Mesra Indonesia dengan Korea Utara. Diakses dari https://www.asumsi.co/post/kimilsungia-dan-hubungan-mesra-indonesia-dengan-korea-utara
Soediono, N. et. al. (2011). Kimilsungia: How an Indonesian Orchid Became a Revered Symbol in the Democratic People’s Republic of Korea After Its Name was Changed. Plant Science Bulletin Vol. 57 No. 3: 103-111.

Categories: What The Fact

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

*
= 5 + 2