Sources: Queensland Country Life

Oleh: Santi Noor Pratiwi

          Ditengah ketegangan yang terjadi antara China dan Australia karena pandemi COVID-19, China memutuskan untuk memberhentikan sementara impor daging sapi dari Austalia, Selasa (12/5/2020). Mengutip dari Reuters, Menteri Perdagangan Australia, Simon Birmingham dalam pernyataannya mengungkapkan bahwa terdapat empat perusahaan besar yang telah dilarang untuk mengekspor daging sapi ke China seperti Kilcoy Pastoral Company, Beef City, Northern Cooperative Meat Company dan Dinmore JBS.[1] Keempat perusahaan tersebut merupakan perusahaan utama eksportir 35% daging sapi Australia ke China dalam nilai perdagangan sekitar AUS$ 1,7 miliar (US$ 1,1 miliar), menurut Australian Broadcasting Corp.

            Birmingham dalam pernyataan lanjutannya menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil China karena adanya kesalahan dalam pelabelan dan sertifikasi kesehatan. Ia mengaku kecewa dengan kebijakan tersebut. “Kami khawatir bahwa penangguhan tersebut didasari karena masalah yang sangat teknis, seperti pada kasus yang telah terjadi beberapa tahun yang lalu.” Ia menambahkan, “Kami akan bekerja dengan industri dan otoritas di Australia dan China untuk mencari solusi yang memungkinkan bisnis ini berjalan normal sesegera mungkin.”

            Bukan hanya itu, beberapa hari sebelumnya, pemerintah China melalui Kementerian Perdagangannya, mengancam akan menaikkan bea masuk atas jelai Australia sebesar 80%.[2] China menuding Australia telah melakukan dumpling. Tensi ketegangan hubungan bilateral ini meningkat sejak negeri Kanguru melalui Perdana Menterinya, Scott Morrison, mulai menyerukan penyelidikan independen terhadap asal mula wabah Corona yang dimulai di China, sebelum virus tersebut menyebar ke seluruh penjuru dunia. Terhitung pada tanggal 13 Mei 2020, Virus ini telah menewaskan lebih dari 292.000 orang di seluruh dunia dan menginfeksi lebih dari 4,28 juta orang.

           Ancaman yang dilontarkan China tersebut ditujukan lantaran Australia menolak untuk menarik permintaan diadakannya investigasi COVID-19. Pada tanggal 27 April 2020 dalam wawancara dengan Australian Financial Review, duta besar negeri Tirai Bambu untuk Australia, Cheng Jingye, memperingatkan warganya untuk mempertimbangkan kembali membeli daging sapi dan komoditi ekspor Australia lainnya jika Morrison terus menyerukan penyelidikan.[3] Ia berkata, “Publik China frustrasi, kecewa dengan apa yang sedang dilakukan Australia sekarang. ….. Jika suasana berubah dari buruk menjadi lebih buruk, orang-orang akan berpikir ‘mengapa kita harus pergi ke negara yang tidak begitu bersahabat dengan China?’ Para wisatawan mungkin memiliki pemikiran ulang,”. Ia juga menambahkan, “Terserah orang untuk memutuskan. Mungkin orang-orang biasa akan mengatakan ‘Mengapa kita harus minum anggur Australia? Makan daging sapi Australia?’” tuturnya.

            Naiknya ketegangan antara China dan Australia yang dimulai dengan seruan Australia untuk dilakukannya penyelidikan mengenai peran China sebagai asal mula pandemi COVID-19 ini dengan cepat berubah menjadi perang dagang. Hal ini tentu saja dapat berdampak buruk bagi hubungan maupun kerjasama yang dilakukan oleh kedua belah pihak.

[1] (Reuters 2020)

[2] (SBS News 2020)

[3] (AU-China Embassy, 2020)

Sources:

AU-China Embassy. (27 April 2020). Transcript of Chinese Ambassador CHENG Jingye’s interview with Australian Financial Review political correspondent Andrew Tillett. Dikutip dari http://au.china-embassy.org/: http://au.china-embassy.org/eng/sghdxwfb_1/t1773741.htm

Reuters. (12 Mei 2020). Australia says China suspension of beef imports not tied to call for COVID-19 inquiry. Dikutip pada tanggal 12 Mei 2020, dari https://www.reuters.com/article/australia-china-beef/australia-says-china-suspension-of-beef-imports-not-tied-to-call-for-covid-19-inquiry-idUSS9N2CO00F

SBS News. (12 Mei 2020). China suspends meat imports from four Australian abattoirs as trade tensions ramp up. Dikutip pada tanggal 13 Mei 2020, dari  https://www.sbs.com.au/news/china-suspends-meat-imports-from-four-australian-abattoirs-as-trade-tensions-ramp-up


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

*
= 4 + 4