(sumber vox.com)

Ditulis oleh Muhammad Rizki Akbar (D0419037)

 

2020 baru berjalan 3 bulan namun sudah banyak peristiwa yang terjadi mengisi awal decade ini. Peristiwa terbesar dan masih dihadapi oleh masyarakat dunia saat ini mengenai virus corona. Penyebarannya yang cepat dan tak diduga nyatanya bisa menggemparkan dunia. Mayoritas masyarakat Eropa belakangan ini harus menyesuaikan gaya hidup baru yang berbeda ketika pemerintah di kota-kota besar Eropa bergabung dengan Italia dalam memberlakukan pembatasan. Dengan penyebaran yang sangat cepat ini, Italia menjadi negara terparah kedua setelah Cina. Hasil laporan pemerintah Italia  di laman website Kementrian Kesehatan pada 15 Maret, Italia telah mencatat 27.980 kasus, dengan 23.073 orang saat ini sakit dan 2.158 kematian – pihak berwenang telah mengambil langkah-langkah paling ketat untuk menampung virus corona baru dari negara mana pun di luar China.

Pada hari Senin, 11 Maret 2020 menjadi hari dimana pemerintah Italia mengumumkan pembatasan perjalanan ke luar negeri dan lintas wilayah.. Diikuti dengan national lockdown kepada seluruh warganya. Langkah-langkah yang tak terbayangkan bahkan seminggu yang lalu. Tetapi laju pertumbuhan virus telah menyebabkan transformasi nasional dari hari ke hari, dengan orang-orang bergerak dari kesedihan menuju penerimaan tentang sejauh mana perubahan dalam hidup mereka. Dilansir dari situs Human Rights Watch Milan sejak 21 Februari, sudah menutup semua sekolah dan universitas di seluruh negeri setidaknya hingga 3 April. Toko dan apotek buka, serta beberapa kios koran. Semua orang diminta dengan tegas untuk tetap di rumah, jalan-jalan Milan yang biasanya berisik dan tercemar sekarang kosong.    

Gaya hidup baru yang tercipta karena wabah ini membawa banyak kekhawatiran khususnya bagi orang tua. Murid-murid sekarang beralih dari pengarajan tatap muka menjadi pembelajaran daring. Banyak orang tua yang khawatir dengan sistem ini. Murid-murid harus menatap layar komputer lebih lama dari biasanya. Masyarakat Italia masih bisa membeli barang-barang kebutuhan pokok di supermarket. Banyak tanda di jendela supermarket mendesak orang untuk tetap berdiri satu meter (tiga kaki) dari satu sama lain, dan penjaga mengontrol berapa banyak orang yang masuk sekaligus. Dengan gaya hidup baru yang memaksa warga Italia untuk tetap berada di rumahnya membuat keadaan kota-kota seperti Milan menjadi kota yang sepi. Bagi Negara-negara tetangga peristiwa di Italia menjadi peringatan untuk mencegah penyebaran virus ini menjadi lebih besar lagi. Negara-negara Eropa lainnya sejauh ini telah menunda beberapa event dan memberlakukan pembatasan perjalanan. Event besar seperti Mobile World Congress 2020, direncanakan berlangsung pada 24-27 Februari di Barcelona, tetapi acara tersebut dibatalkan mengingat akan penyebaran virus corona yang langsung diumumkan pada website resminya.

(sumber welt.de)

Jerman adalah salah satu Negara tetangga yang mulai mengambil tindakan. Kanselir Jerman Angela Merkel, mendesak seluruh negara untuk membantu memperlambat penyebaran penyakit, karena tingkat infeksi yang lebih lambat akan membantu meringankan beban pada sistem perawatan kesehatan. Begitupula di Madrid, jalan-jalan yang biasanya ramai sepanjang hari dan malam kosong sepanjang akhir pekan dan Senin. Spanyol memberlakukan Partial Lockdown pada Sabtu malam ketika negara itu berusaha membendung wabah. Orang-orang hanya diperbolehkan meninggalkan rumah mereka untuk pergi bekerja, apotek atau rumah sakit. “Hampir setiap orang memiliki balkon dan itulah satu-satunya cara kita mendapatkan sinar matahari, jadi semua orang muncul di balkon mereka sepanjang hari. Ada bernyanyi, bermain musik dan menari, “katanya. “Kami berusaha untuk bertahan hidup tanpa kebosanan.” Ujar Cassandra Nelson, 25, seorang guru bahasa Inggris yang tinggal di Madrid kepada reporter NBC News. Cerita yang sama terjadi di Prancis. Pejabat tinggi kesehatan Prancis memperingatkan pada hari Senin bahwa negara itu sedang berjuang untuk menghentikan penyebaran pandemi. Negara ini memiliki lebih dari 5.400 kasus virus yang dikonfirmasi dan 127 orang telah meninggal.

(sumber thesun.co.uk)

Wabah ini telah menyerang banyak kota-kota besar di dunia. Disaat wabah ini masih terjadi dan belum ditemukannya solusi upaya pencegahan merupakan hal yang paling bijak untuk dilaksanakan di Negara-negara yang belum terkena wabah. Pemegang kekuasaan diharapkan dapat bergerak cepat dan tepat tanpa membuat ketakutan. Menyebarkan pesan kesehatan masyarakat lebih cepat dan mendorong strategi social distancing, termasuk membuat warga bekerja dari rumah jika memungkinkan dan melarang acara dan event besar, adalah hal yang terbaik yang dapat dilakukan saat ini. Hal ini tentu saja akan berhasil dengan partisipasi besar dari seluruh elemen masyarakat. Mungkin ada beberapa perubahan gaya hidup yang harus dikorbankan namun ini adalah masalah bersama yang harus dihadapi semua orang untuk mengurangi penyebaran wabah ini.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

*
= 3 + 6