Untitled

HIMATERS menyelenggarakan IR Discussion pada Kamis, 23 Maret 2017  yang berbentuk FGD, ini merupakan FGD pertama dalam kepengurusan HIMATERS 2017, IR Discussion direncanakan akan dilakukan setiap bulan selama kepengurusan HIMATERS 2017 ini. IR Discussion kali ini membahas seputar Trump dan kebijakannya dan dalam pelaksanaan FGD ini dipandu oleh Andriko Sandria S.IP , M.A selaku moderator.

Presiden Trump mengeluarkan berbagai kebijakan dalam bidang ekonomi, kebijakan manasajakah yang berdampak langsung pada Indonesia?

  • Beberapa orang berpendapat bahwa kebijakan yg berdampak secara langsung pada Indonesia adalah proteksionisme. Adanya proteksionisme membuat Cina menjadi tidak bebas mengirim barang ke Amerika. Dengan menurunnya ekspor Cina ke AS ini, akan menurunkan jumlah ekspor Indonesia ke China terkait bahan-bahan mentah.
  • Namun, terdapat beberapa sanggahan terkait efek dari kebijakan proteksionisme tersebut. Diantaranya adalah jika terdapat proteksionisme AS maka Cina akan mencari pasar baru, dan sasaran utamanya adalah ASEAN dan India. ASEAN dan India dengan jumlah konsumen yang menjajikan membuat Cina akan lebih sukses melebarkan pasarnya.Kemudian proteksionisme yang dilakukan AS lantas tidak serta-merta membuat Cina kehilangan pasar dan Indonesia kehilangan mitra ekspor barang mentahnya.
  • Sanggahan lain terkait kebijakan proteksionisme AS, bahwasanya proteksi AS akan sulit dilakukan, terutama kepada Cina. Sama seperti kebanyakan negara di dunia yang interndependesi satu sama lainnya. Tanpa impor asing kebutuhan di AS tidak akan cukup memadai warganya.

Dampak dari kebijakan Trump terhadap Indonesia masih sangat prediktif. Dalam penentuan kebijakan perdagangan dapat dilakukan dengan berbagai motif Ekonomi Politik Internasional. Diantaranya :

  1. Motif Politik : Trump melakukan kebijakan proteksionisme untuk melindungi sektor-sektor penting di AS. Namun, sampai saat ini Trump belum menyampaikan sektor mana saja yang ingin diproteksi.
  2. Motif Ekonomi : Kebijakan Trump tersebut dapat diartikan sebagai cara untuk menghalau invasi ekonomi dari Cina.
  3. Motif Kultural : Kebijakn protesionisme tersebut dilakukan karena adanya ketakutan akan pesaing seperti Cina yang dapat mengalahkan pasar dalam negeri AS sendiri.

AS sebagai salah satu negara besar menjadi kiblat banyak negara di dunia. Sekecil apapun kebijakan yang diambil atau dilakukan oleh AS pasti mempunyai dampak terhadap dunia. Sehingga segala kebijakan yang dilakukan AS menjadi hal menarik untuk dibahas.

Kebijakan AS secara keseluruhan yang menarik perhatian Dunia?

  • Pembuatan Tembok perbatasan di Meksiko dengan dalih agar berkurangnya imigran ilegal yang datang ke AS. Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan, banyak imigran ilegal yang bekerja di AS. Imigran-imigran tersebut juga banyak yang berafiliasi dengan kartel-kartel narkoba untuk membawa masuk narkoba ke AS. Maka dari itu pembuatan tembok juga dilakukan sebagai bentuk proteksionisme AS. Namun, AS harus juga memperhatikan bahwa dengan adanya pembangunan tembok perbatasan ini akan menguras anggaran nasional negaranya. Karena tidak adanya persetujuan atau kerjasama dengan Meksiko dalam pembuatan tembok tersebut. Maka AS harus menanggung sendiri semua biayannya.
  • Penarikan diri AS dari Trans Pasifik. Meskipun pada awalnya AS menjadi salah satu inisiator dari Trans Pasifik itu sendiri. Hal tersebut dikarenakan AS lebih sering dirugikan dalam Trans Pasifik itu sendiri. Hal ini berkebalikan dengan adanya minat Indonesia yang dikatakan oleh Jokowi untuk bergabung dalam Trans Pasifik.

Kebijakan ekonomi yang dicanangkan Trump lebih untuk memproteksi AS dari globalisasi. Apakah hal tersebut akan mempengaruhi AS dan tidak menjadikannya polisi dunia serta memunculkan pemain baru dunia?

  • Mungkin proteksi yang dimaksudkan Trump berada pada bidang ekonomi. Namun, dari segi politik AS masih merupakan pemain utama dalam dunia Internasional dengan mitra-mitranya yang kuat.

Kebijakan apasajakah yang dikeluarkan Trump? Bagaimana hubungan AS dengan Indonesia? Serta Sektor apasajakah yang terlibat?

  • Salah satu kebijakan Trump yang sudah dijelaskan sebelumnya adalah penarikan diri AS dari Trans Pasifik. Hal ini membuat minat Indonesia mengendur dan lebih memilih untuk berperan dalam skala regional melalui mitra dagangnya Cina,
  • Barang-barang mentah bukan merupakan fokus atau sektor utama bagi AS. Seagai negara maju hal-hal demikian telah ditinggalkan dan beralih pada sektor teknologi dan jasa. Sedangkan sektor barang mentah akan tetap dikuasai oleh negara berkembang seperti Indonesia.
  • Terdapat pelarangan imigran dari 7 negara di Timur Tengah untuk AS. Namun hal tersebut dirasa tidak terlalu berpengaruh pada Indonesia. Karena meskipun Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, alasan adanya pelarangan tersebut adalah politik dan bukan agama.

Dampak buruk bagi Indonesia apabila seandainya warga negara Indonesia dilarang berkunjung ke AS?

  • AS menjadi salah satu kiblat ilmu pengetahuan. Maka dengan tidak diperbolehkannya warga negara Indonesia berkunjung ke AS dapat berakibat sulitnya untuk memperluas ilmu pengetahuan.
  • Indonesia juga akan kehilangan mitra dalam bidang teknologi dan konsultan pembangunan.

Apakah ada gejala warga negara Indonesia akan dilarang ke AS?

  • Indonesia berulang kali menjadi tempat terjadinya terorisme dan beberapa teroris berasal dari Indonesia. Mungkin dengan alasan yang demikian Indonesia dapat menjadi negara yang dilarang ke AS demi keamanan AS sendiri.
  • Namun, potensi tersebut sangat kecil. Melihat banyaknya kerjasama Indonesia-AS dalam berbagai bidang diantaranya perdagangan, pembangunan, teknologi, pariwisata dan lainnya.AS juga mendapat salah satu keuntungan terbesar pertambangannya dari Freeport sebagai salah satu perusahaan tambang terbesar yang berada di Papua.

Terdapat banyak blok perdagangan Internasional, seperti ASEAN, APEC, AFTA, TPP, RCEP, dan lainnya. Namun kenapa Indonesia masih belum memutuskan keikutsertaannya di TPP? Indonesia memilih untuk menjadi observer terhadap keberlangsungan TPP. Meskipun demikian, hal itu tidak berarti Indonesia menutup mitra dagangnya dengan negara-negara anggota TPP. Namsun, Indonesia disarankan untuk ikut ambil bagian dalam TPP karena TPP berfungsi sebagai white open market dimana pasar sangat bebas dan terbuka bagi negara-negara anggota TPP. Indonesia mempunyai peluang untuk melebarkan sayapnya di TPP.

Kesimpulan :

AS adalah negara dengan ideologi Liberal. Namun melakukan sejumlah proteksionisme kepada dunia luar. Hal tersebut tidak melanggar ideologi AS sendiri. Liberal dalam AS berarti masyarakatnya bebas memilih apa yang ingin dilakukannya, termasuk memilih untuk memprotksi diri dari invasi perdagangan dan imigran ilegal. Hal ini menjadi tujuan AS untuk menciptakan kebebasan bagi warga negaranya. Sedangkan kebijakan yang diambil oleh Trump sebagai presiden AS berdasar pada nilai-nilai yang dipegang oleh Trump sendiri.

Oleh: Tiara Insaniah Salim

Categories: Uncategorized

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

*
= 4 + 8