dok : uns.ac.id

“Politik Indonesia saat ini akan lebih membumi dan diproyeksikan untuk kesejahteraan rakyat,” terang Darmansjah Djumala, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia, saat menjadi pembicara pada kegiatan Laboratory for Soft Power Diplomacy yang diselenggarakan Program Studi Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS), Kamis (26/2/2015) lalu di Aula FISIP UNS.

Dalam kegiatan yang mengusung tema ‘Kebijakan Luar Negeri Indonesia Era Jokowi: Strategi dan Kebijakan’ ini, Darmansjah yang pernah menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Polandia juga memaparkan secara gamblang arah kebijakan luar negeri Indonesia di bawah komando Presiden Joko Widodo untuk lima tahun ke depan yang diklaim merupakan manifestasi dari nilai-nilai Trisakti yang pernah diusung oleh mantan Presiden Soekarno. Darmansjah turut pula menjelaskan sejumlah perbedaan antara arah kebijakan luar negeri Jokowi dengan kebijakan luar negeri pada masa pemerintahan sebelumnya, “arah kebijakan luar negeri Indonesia nantinya akan berorientasi pada rakyat dan prioritasnya adalah ekonomi kerakyatan yang berbasis maritim, berbeda dengan pemerintahan sebelumnya yang mengusung konsep ‘A million friends, and zero enemies,” imbuhnya.

Kegiatan yang diikuti seluruh mahasiswa HI FISIP UNS ini turut pula dihadiri beberapa mahasiswa HI Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) yang tengah menggarap skripsi. Di kesempatan yang sama, para mahasiswa diberi kesempatan untuk melakukan diskusi dan tanya jawab seputar politik luar negeri Indonesia dan isu diplomatik lainnya.

Oleh : Iim Fathimah Timorria, Himaters 2015.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

*
= 5 + 5